sebelum dilakukan penerapan terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang pada pasien 1 memiliki 7 tanda dan gejala halusinasi pendengaran, sedangkan pada pasien 2 memiliki 6 tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Sesudah diberikan penerapan Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang pada pasien 1 yang memiliki tanda dan gejala halusinasi pendengaran dari angka 7 menjadi 0 sedangkan pasien 2 memiliki tanda …
subjek 1 dan subjek 2 sama-sama mengalami peningkatan fungsi kognitif dan didapatkan hasil pemeriksaan MMSE Ny.R dari 16 ke 18 (kognitif sedang) sedangkan pada Ny.A pemeriksaan MMSE dari 17 ke 18 (kognitif sedang) Simpulan: penerapan terapi okupasi kerajinan tangan yang dilakukan oleh penulis mampu meningkatkan fungsi kognitf pada lansia