Didapatkan penurunan derajat edema pada responden 1 dari derajat III ke derajat I, responden 2 dari derajat III ke derajat I. Kesimpulan: penerapan Ankle Pump Exercise dan Elevasi Kaki 300 dapat menurunkan derajat edema pada pasien penyakit ginjal kronik.
Terjadi peningkatan skor pengetahuan pada kedua responden. Pada ibu An. D, skor pre test hari pertama hingga ketiga berturut-turut 40, 60, dan 90 meningkat menjadi 60, 80, dan 100 pada post test. Sedangkan pada ibu An. S, skor pre test 50, 80, dan 90 meningkat menjadi 70, 100, dan 100 pada post test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi seimbang yang diberikan secara bertahap dan ters…
sebelum dilakukan penerapan terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang pada pasien 1 memiliki 7 tanda dan gejala halusinasi pendengaran, sedangkan pada pasien 2 memiliki 6 tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Sesudah diberikan penerapan Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang pada pasien 1 yang memiliki tanda dan gejala halusinasi pendengaran dari angka 7 menjadi 0 sedangkan pasien 2 memiliki tanda …
Setelah dilakukan penerapan terapi kompres dingin pada pasien 1 didapatkan skala nyeri berkurang dari skala 6 (sedang) menjadi skala 4 (sedang) dan pada pasien 2 nyeri berkurang dari skala 7 (berat) menjadi skala 5 (sedang). Kesimpulan: Adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien setelah diberikan penerapan terapi kompres dingin.
Hasil studi kasus ini menunjukkan pada hari kedua dan ketiga kedua responden setelah menerapkan senam kaki diabetes mengalami peningkatan skor sensitivitas kaki. Kesimpulan : Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan senam kaki dapat meningkatkan sensitivitas kaki.
Dari hasil penilaian didapatkan pengetahuan ibu meningkat pada responden 1 pre test yaitu 50% menjadi 90,90% dan pada responden 2 pre test yaitu 45,45% menjadi 81,81%. Penyuluhan kontrasepsi IUD menggunakan media leafleat berpengaruh terhadap peningkatan tingkat pengetahuan responden
selama dua hari melakukan pemberian edukasi metode Kangguru untuk mencegah terjadinya hipotermia pada bayi BBLR dengan masalah Defisit pengetahuan dengan menggunakan media leaflet pada kasus 1 di dapatkan skor 50 point dengan kategori pengetahuan sedangnaik menjadi 90 dengan kategori pengetahuan baik dan pada kasus 2 didapatkan 40 point dengan kategori pengetahuan buruk naik menjadi 85 dengan k…
Penerapan kepatuhan minum obat efektif untuk dilakukan pasien yang mengalami risiko perilaku kekerasan dan dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan seperti :marah mata melotot, tangan menggepal, dan tanda gejala gelisah dan yang lainnya. Kesimpulan : setelah dilakukan penerapan kepatuhan minum obat selama 3x kunjungan didapatkan hasil pada pasien Tn”F”mengalami keberhasilan yan…
Setelah penerapan terapi dakon, kedua subjek menunjukkan peningkatan skor MMSE. Pada pasien 1 nilai MMSE meningkat dari 20 menjadi 20 (stabil), pada pasien 2 meningkat dari 22 menjadi 22 (stabil), dan pada hari ketiga terjadi peningkatan dan stabilisasi kognitif (pasien 1 = 21, pasien 2 = 21). Simpulan : Terapi dakon dapat menjadi alternatif intervensi yang menyenangkan dan efektif untuk mening…
pada ibu An.G dengan skor kuesioner yang sebelum diberikan edukasi kesehatan p1 50, p2 60, p3 80 dan skor sesudah diberikan edukasi kesehatan p1 60, p2 80, p3 100, pada ibu An.R dengan skor pre test p1 40, p2 50, p3 70 dan post test p1 50, p2 70, p3 80 Kesimpulan: Setelah penulis melakukan edukasi kesehatan selama 3 x pertemuan pada ibu An.G dan Ibu An.R dari hasil sebelum dan sesudah diberika…
selama tiga hari melakukan penerapan metode kangguru didapatkan peningkatan suhu tubuh yang diukur menggunakan termometer. Pada pasien 1 sebelum penerapan 36,20 dan sesudah penerapan 37,10C, dan pada pasien 2 sebelum penerapan 36,20C dan sesudah penerapan 37,00C. Kesimpulan : Maka berdasarkan hasil yang didapat dari 2 pasien diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode kangguru ini efektif u…
pada subjek 1 didapatkan skor nyeri sebelum diberikan terapi relaksasi yaitu 6 (nyeri sedang) setelah diberikan terapi relaksasi autogenik menjadi 3 (nyeri ringan). Pada subjek 2 didapatkan skor nyeri sebelum diberikan terapi relaksasi autogenik yaitu 6 (nyeri sedang) setelah diberikan terapi relaksasi autogenik menjadi 2 (nyeri ringan). Kesimpulan : hasil studi kasus dari kedua subjek menunjuk…
selama tiga kali pertemuan dalam satu minggu melakukan penerapan edukasi kesehatan dengan media leaflet untuk meningkatkan kepatuhan dalam mengonsumsi obat. Sebelum penerapan klien 1 mendapat nilai 1 (kepatuhan rendah) dan klien 2 mendapat nilai 2 (kepatuhan rendah). Setelah penerapan klien 1 mendapat nilai 7 (kepatuhan sedang) dan klien 2 mendapat nilai 6 (kepatuhan sedang).
Menggunakan metode deskriptif yakni menggunakan lembar observasi, dengan instrumen penelitian ini menggunakan sfigmomanometer. Hasil Penelitian : Dari hasil penerapan teknik relaksasi benson didapatkan terjadinya penurunan tekanan darah pada ibu hamil. Subjek 1 dari 149/91 mmHg menurun menjadi 130/87 mmHg. Subjek 2 dari 145/99 mmHg menurun menjadi 129/80 mmHg. Kesimpulan : penerapan terapi rela…
Pada klien 1 didapatkan skor kuesioner sebelum diberikan edukasi pertemuan 1 50,pertemuan 2 60,pertemuan 3 80 dan skor setelah diberikan edukasi didapatkan skor pertemuan 1 60,pertemuan 2 80,pertemuan 3 100, pada klien 2 didapatkan skor kuesioner sebelum diberikan edukasi pertemuan 1 20, pertemuan 2 40, pertemuan 3 60 dan skor setelah diberikan edukasi pertemuan 1 40, pertemuan 2 50, pertemuan …
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu menggambarkan dan memaparkan masalah peneliti pada dua klien. Menunjukkan bahwa adanya perubahan pengaruh dari penerapan Brisk Walking Exercise untuk menurunkan tekanan darah. Terapi Brisk Walking Exercise ini dapat menurunkan Hipertensi dan dapat memperoleh gambaran hasil dari penerapan Brisk Walking Exercise.
Selama 3 hari dilakukan penerapan latihan batuk efektif didapatkan hasil bersihan jalan napas. Pada subjek 1 dari score 22 dengan kriteria hasil : menurun di hari ke 3 didapatkan score :46 dengan kriteria hasil : Meningkat dan pada subjek ke 2 dari score 21 dengan kriteria hasil : menurun di hari ke 3 didapatkan score :47 dengan kriteria hasil : Meningkat.
Hasil dari penelitian ini didapatkan penurunan tanda dan gejala pada pasien 1 yaitu dari skor 8 menjadi 1, sedangkan pasien 2 terdapat dari skor 10 menjadi 3 tanda dan gejala. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa dari penerapan Latihan kemampuan positif pada pasien harga diri rendah ini didapatkan penurunan yang signifikan dalam menerapkan Sp 1-3 Harga diri rendah.
setelah dilakukan edukasi visual video perawatan kaki pada klien 1 didapatkan hasil 66,6% (Pengetahuan cukup) sedangkan klien 2 didapatkan hasil dari 79,1% (pengetahuan baik) kemudian didapatkan keduanya mengalami peningkatan pengetahuan tentang perawatan kaki.
setelah dilakukan penerapan terapi psikoreligius (zikir) didapatkan klien 1 mengalami penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran dengan skor dari 6 gejala ke 0 gejala, mengalami penurunan gejala yang dirasakan, pasien tidak lagi mengalami halusinasi. Sedangkan klien 2 didapatkan penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran tetapi masih ada gejala yang dirasakan dengan skor dari 7 ge…